Sabtu, 03 Desember 2011

INILAH FAKTA MENGAPA BABI DI HARAMKAN


السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
Saya yakin banyak diantara kita yang pernah bertanya atau mendapat pertanyaan atau serangan dari umat lain,,,Mengapa babi haram? Bukankah semua ciptaan Allah itu baik & ada manfaatnya?

"Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang
yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Akan tetapi,
barang siapa dalam keadaan terpaksa sedang isi tidak menginginkannya
dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya
Allah Maha pengampun, Maha penyayang" QS. 2 Al-Baqarah:173


Jika kita jawab dengan Qur’an, maka besar kemungkinan mereka tidak akan percaya karena mereka tidak beriman pada Qur’anul Kariim. Biarlah mereka belum percaya, sekarang mari kita jawab pertanyaan mengapa babi haram dengan alkitab ditangan mereka sendiri. Dalam alkitab
kristen pun sebetulnya JELAS tertulis jika BABI ITU HARAM! Segala jenis babi, tapi ayatnya dirubah-rubah dari masa ke masa oleh gereja. Ini buktinya: IMAMAT 11:71928 Babi haram1962 Babi haram1971 Babi haram1979 Babi HUTAN HARAM???? Telah diubah manusia...1985 Babi haram1990 Babi haram2006 Babi HUTAN HARAM???? Telah diubah manusia... Untuk lebih jelas, mari kita lihat scan asli dari ayat yang telah dirubah itu:

Jadi Jika ada umat lain bilang kalau yang haram itu babi hutan, tapi babi ternakan tidak haram, maka itu sama sekali tidak benar karena BUKTI NYATA ayat yang lama mengatakan yang haram itu ialah BABI. Jadi segala jenis babi itu haram. Dan dalam Qur'an jelas babi tertulis
haram,tak perlu banyak penjelasan, sejak awal sampai kiamat, sudah tertulis Qur'an tak akan berubah. 
 
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, barang siapa dalam keadaan terpaksa sedang isi tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun, Maha penyayang" QS. 2 Al-Baqarah: 173  
Sebelum kita lanjutkan, mari kita bahas sedikit garis besar Alkitab Kristen.Alkitab terbagi 2: Perjanjian Lama & Perjanjian Baru Perjanjian Lama: Seluruh kitab sebelum "Injil"Perjanjian Baru: Seluruh kitab dimulai dari "Injil" dan surat-surat paulus dan seterusnya


Kembali ke soal Babi, Terkadang pendeta umat kristen berdalih dengan mengatakan bahwa ayat itu terdapat dalam Perjanjian Lama & sudah dihapus oleh Perjanjian Baru.
Padahal alasan pendeta ini tidak benar karena justru Yesus sendiri dalam Perjanjian Baru mengatakan bahwa Perjanjian Lama TIDAK AKAN PERNAH DIHAPUS SAMPAI KIAMAT.
Ayatnya (kami selalu berbicara dengan ayat, bukan pendapat sendiri / asal bicara):

>--
Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.>--5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya
terjadi.
>--5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintahhukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. >--Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Sementara dalil yang digunakan pendeta bahwa Perjanjian Lama (terdiri dari Taurat
& kitab para Nabi terdahulu)
sudah dihapus yaitu ayatnya:
>--Roma7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. >--Roma 7:6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru
menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat
.

2 ayat ini berasal dari "SURAT PAULUS UNTUK JEMAAT DI ROMA", jika kita lihat Roma 1 ayat 1, bunyinya: Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
Padahal jelas sekali Yesus berkata bahwa..
TAURAT TIDAK AKAN DIHAPUS 1 TITIK KECIL PUN SAMPAI DUNIA KIAMAT.

Sekarang tinggal pilih mana? Pilih kata Yesus atau pilih kata Paulus?Siapa yang diteladani? Yesus atau Paulus?Siapa yang dicintai? Yesus atau Paulus?Aneh...
umat kristen ngaku cinta Yesus Yesus Yesus Yesus Yesus, tapi kok malah membantah dan berkhianat lalu malah mengikuti kata-kata Paulus yang jelas bertentangan dengan perintah Yesus.

PERLU DI GARIS BAWAHI BAHWA AYAT TENTANG PENGHAPUSAN TAURAT & PERJANJIAN LAMA
INILAH YANG MENURUT SAYA CUKUP PENTING KARENA AKIBAT DARI MASALAH INI
AKAN MENGAKIBATKAN PULA MASALAH LAIN SEPERTI:- BABI HARAM- ALKOHOL HARAM- TATA CARA IBADAH DIHAPUS- KURBAN DIHAPUS- HAJI DIHAPUS- DAN LAINNYA Kembali ke masalah babi,,,



Video cacing yang keluar dari daging babi (durasi 1 menit saja)http://www.youtube.com/watch?v=p2eEw26J0z8
Video cacing dari babi yang dikeluarkan dari tubuh pasien:http://www.youtube.com/watch?v=9gRkABL-Wi8
Video cacing dari babi yang dikeluarkan dari jantung:http://www.youtube.com/watch?v=O_hzBqRCi2o&feature=related
Video cacing dari babi yang menyerang otak manusia:http://www.youtube.com/watch?v=fn0mMs3_nkI&feature=related
Dan masih banyak lagi video lain yang juga "mengerikan"




Ada pertanyaan : “Kalian (umat Islam) mengatakan bahawa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?” Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan di Prancis ini, seorang ulama dari arab menjawabnya dengan meminta agar si penanya menyediakan:3 ekor ayam terdiri dari 2 jantan dan 1betina3 ekor babi terdiri dari 2 jantan dan 1 betina Kemudian,3 ekor ayam itu dijadikan dalam 1 ruang kandang. Coba tebak apa yang terjadi? Ayam jantan dan ayam jantan lainnya saling berkelahi hingga salah satu kalah untuk memperebutkan 1 ayam betina. Lalu ustadz meminta agar 3 ekor babi yang sudah disediakan agar dijadikan satu dalam 1 ruang kandang. Dan apakah yang terjadi? Kedua pejantan babi itu saling bantu dalam menyetubuhi 1 babi betina, kedua jantan itu saling bantu satu sama lain. Bahkan terkadang Jantan sesama jantan bersetubuh. Dan yang lebih mengherankan lagi, ternyata anak babi yang sudah berumur cukup dewasa itu menyetubuhi betina yang ternyata ialah
ibu kandungnya sendiri.


Dari sini ustadz itu menjelaskan bahwa meski babi dianggap steri, tetap sajakelakuannya itu yang akan membawa dampak buruk pada si pemakan. Ustadzmengatakan: Karena itulah kalian terjangkiti penyakit seks bebas, anak dibawa orang lain tak dikenal, istri dipeluk cium orang lain tapi tidak marah, selingkuh asal suka sama suka sudah merupakan hal biasa, tak jarang diantara kalian melegalkan pernikahan sesama jenis, ini sudah seperti tingkah kaum nabi Luth yang diazab! Padahal
kenyataan bahwa babi tetap saja tidak steril karena penyakit babi terdapat pada DNA-nya hingga sebersih apapun perawatan & kandangnya maka tetap saja penyakit babi tetap ada dan tak dapat dihilangkan. Satu lagi yang perlu diperhatikan bahwa DNA babi sangat mirip sekali dengan DNA manusia, hingga mungkin saudara pernah mendengar ujicoba cangkok organ tubuh babi pada manusia, namun berahir dengan kegagalan. Seorang penjahat kanibal di jerman yang tertangkap kemudian ditanya: seperti apa rasanya daging manusia? Dia menjawab: Seperti daging babi.


Terlebih lagi ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang Disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, mantan duta besar Jerman, dalam bukunya “Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim
Jerman”, halaman 130-131: “Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?”
Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:

1. Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus
2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan
kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan
persendian.
4. Penyakit pengelupasan kulit.
5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.


Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi

1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewanlain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

2. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia –Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular– menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. 3. Jika anda menuangkan Coca Cola (air soda) di satu irisan yang tebal daging babi, tunggu sebentar, anda akan dapat melihatcacing-cacing keluar merayap. Silahkan saksikan Video-nya dengan durasi 1 menit saja di http://www.youtube.com/watch?v=p2eEw26J0z8


4. Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir semua orang sudah tahu. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam pemakan babi. Lemak babi mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandung asam urat paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia.


5. Daniel S. Shapiro, M.D., Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston
Medical Center, Massachusetts dan juga merupakan Penolong Profesor Perubatan di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts,merumuskan terdapat lebih daripada 25 penyakit yang bisa di jangkiti dari babi. Di antaranya ialah:
• Anthrax
• Ascaris suum
• Botulism
• Brucella suis
• Cryptosporidiosis
• Entamoeba polecki
• Erysipelothrix shusiopathiae
• Flavobacterium group IIb-like bacteria
• Influenza
• Leptospirosis
• Pasteurella aerogenes
• Pasteurella multocida
• Pigbel
• Rabies
• Salmonella cholerae-suis
• Salmonellosis
• Sarcosporidiosis
• Scabies
• Streptococcus dysgalactiae (group L)
• Streptococcus milleri
• Streptococcus suis type 2 (group R)
• Swine vesicular disease
• Taenia solium
• Trichinella spiralis
• Yersinia enterocolitica
•Yersinia pseudotuberculosis


Ditambah dengan munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di Malaysia, nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam manusia timbul dan bersumber dari babi.

1 HAL YANG PERLU DIKETAHUI BAHWA CACING-CACING INI DAN BAHKAN TELURNYA SAJA TIDAK AKAN MATI MESKI DAGING DIMASAK DENGAN SUHU 100% CELCIUS !!! CACING HANYA AKAN MATI JIKA DIMASAK DENGAN SUHU YANG JAUH LEBIH TINGGI, NAMUN, SUHU YANG TERLALU TINGGI INI AKAN MERUSAK DAGING DAN MALAH DAGING TERSEBUTLAH YANG AKAN BERBAHAYA BAGI MANUSIA MESKI CACING-CACINGNYA MATI.
Sekalilagi Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendirisampai kotoran manusia.


Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur,..
mau menyetubuhi ibu kandungnya sendiri, mau menyetubuhi sesama kelamin, dalam satu masa dapat pula menjadi kanibal. Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:

Cacing Taenia Sollum Parasit

ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau
berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan
daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung
ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi
perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter.


Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya
lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa
menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena
cacing ini bisa mengeluarkan racun. Apabila pada diri
seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di
lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas.


Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran
darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf
tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.



Cacing Trichinia Spiralis
Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika
seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka
gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat
tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung,
dan di daerah-daerah lain di tubuh
.


Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan
menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas.
Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan,
yang bisa berakhir dengan kematian. Bisa jadi, cacing
jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat.
Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di
otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.





Cacing Schistosoma Japonicus

Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang
dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung
cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh
atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang
berasal dari kotoran babi.

Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini
berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari
20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang
juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat
pada kelumpuhan dan kematian.


Fasciolepsis Buski Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi
percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk
tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia.

Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini
bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur
tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.






Cacing Ascaris Panjang
cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang
paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak
bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.

Gambar diatas ini ialah contoh pasien yang meninggal dan tampak cacing ascaris keluar dari beberapa rongga tubuhnya.




Cacing Anklestoma Larva
cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika
seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa
menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan
terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh,
pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan
dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Calornorchis Sinensis Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi,
yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini
terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa
memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan
pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare
yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.



Cacing Paragonimus
Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia
Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing
ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan
cara membunuh cacing di dalam paru-paru.

Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup.
Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana
penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat,
karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.

Swine Erysipelas Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran
pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya.
Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan
warna merah dan suhu tubuh tinggi.


Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit,
diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan
Kuman Rusiformas N. Dalam berbagai argumentasi, sebagian
orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa
menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena
panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Namun pengetahuan ini
masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai
sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar
berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh
cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar
adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama.

Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam
daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan
gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah
demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk
dikonsumsi?

Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing.
Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri
kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada
perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing
yang ada pada babi.

Saginata yang ada pada babi
melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata
yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di
dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh
manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin
disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.



Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena
kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan
kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:

Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35% Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20% Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%
Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan
daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan
sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam
hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan?

Kita (Umat Islam) bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik
pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu
berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu
atau bibit penyakit lainnya.


Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia
harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit
maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya
sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?

Lebih dari itu, babi ialah sebagai ujian keimanan kita. Para Nabi dan Para
Rasul serta Para sahabat langsung "SAMI'NA WA TO'NA" begitu ayat
pengharaman babi ini turun tanpa perlu dijelaskan secara ilmiah dengan
bukti ini & itu. Mengapa kita perlu penjelasan panjang lebar dahulu
baru menerimanya?

Dan berbahagialah kita sebagai muslim
kerana kita lah yg mengamalkan semua itu, Qur'an telah memurnikan
ajaran-ajaran yg telah hilang & tak dilaksanakan oleh ummat
terdahulu yang ingkar pada kitabnya sendiri.

Islam telah melarang segala macam darah, analisis kimia dari darah menunjukkan
adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ), suatu senyawa
kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dengan kata
lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme
tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam
makanan.


Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari
uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan
dibuang keluar tubuh melalui air seni. Dalam Islam dikenal prosedur
khusus dalam penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang
MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari
membiarkan urat-urat dan organ organ lainnya utuh.

Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh,
bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ
misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat
meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan
akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh
uric acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini lah
para ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.

Apakah kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher ? karena mereka
tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi orang
muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi
konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan
memiliki leher.


Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi sebagai inang dari banyak macam
parasit dan penyakit berbahaya, sistem biochemistry babi mengeluarkan
hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya
tersimpan dalam tubuhnya. Islam telah melarang segala macam darah,
analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari
uric acid (asam urat ), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi
kesehatan manusia, bersifat racun.

Dengan kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang
tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam
makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran,
dan 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh
ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.



FAKTA LAINNYA
Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan
Swedia, menyatakan: “Daging babi merupakan merupakan penyebab utama
kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara
negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama
di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia
(seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam,
persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.

Hasil
penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan
Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya,
sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus
Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak
akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan
60 ºC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih. Bila ada
babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi &
tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1
dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang
Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong). Daging
babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung
lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging
babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain
itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat
nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) ,
dan radang pada sendi-sendi. Sekitar tahun 2001 pernah
terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang
di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan
kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang
terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya,
hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa
dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging
babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh
sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran
darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di
otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga
akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan
dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang
mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit “cacing pita”
merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi
daging babi.

Ia
berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan
cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar
”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di
tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar). Maka
apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu
bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak
di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82 Qs.3 Ali Imran:85.
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah
akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang
rugi.Sebagaimana telah disebutkan, saluran pernapasan
babi memainkan peran utama dalam kemunculan penyakit berbahaya ini. Hal
itu hanyalah satu di antara sejumlah alasan di balik pengharaman Allah
memakan babi. Ada banyak hikmah lain di balik Allah mengharamkan
penggunaan babi. Sebagiannya dapat disebutkan sebagai berikut:


Babi mengandung belerang dengan kadar tinggi Karena
babi mengandung belerang dengan kadar tinggi, ketika dimakan maka
sejumlah besar belerang diserap tubuh. Jumlah yang berlebihan dapat
menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi persendian ketika
belerang menumpuk di dalam tulang rawan, otot dan saraf; pengapuran dan
hernia. Ketika babi dimakan secara teratur, jaringan ikat lunak dari
babi menggantikan tulang rawan keras di dalam tubuh. Akibatnya, tulang
rawan menjadi tidak mampu menopang bobot badan, yang pada akhirnya
membawa pada kelainan persendian. Babi mengandung hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih Hormon
pertumbuhan dalam kadar berlebihan yang tercerna melalui daging babi
mengakibatkan pembengkakan dan kelainan bentuk jaringan. Hal itu dapat
menimbulkan penimbunan lemak secara tiba-tiba dan berlebihan. Orang yang
memakan babi pada umumnya memiliki bahaya lebih besar mengidap
kegemukan. Hal itu berkemungkinan mendorong pertumbuhan yang tidak wajar
pada tulang hidung, rahang, tangan dan kaki. Hal paling berbahaya
mengenai hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih adalah bahwa hal ini
membuka jalan bagi munculnya kanker.


Memakan daging babi menyebabkan penyakit kulit Zat
yang dikenal sebagai “histamin” dan “imtidazol” pada daging babi
menyebabkan gatal berlebihan. Zat-zat ini juga membuka jalan bagi
penyakit-penyakit kulit menular seperti eksem, dermatitis dan
neurodermatitis. Zat-zat ini juga meningkatkan bahaya terjangkiti
bisul, radang usus buntu, penyakit kantung empedu dan infeksi pembuluh
darah nadi. Karenanya, para dokter menyarankan penderita penyakit
jantung agar menghindari makan babi. Memakan babi menyebarkan cacing trichina Cacing-cacing
trichina yang dicerna melalui daging babi memasuki peredaran darah
melalui lambung dan usus dan menyebar ke seluruh tubuh. Cacin trichina
terutama mendiami jaringan otot pada daerah rahang, lidah, leher,
tenggorokan dan dada. Cacing ini menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot
gerak mengunyah, berbicara dan menelan. Hal ini juga menimbulkan
penyumbatan pembuluh darah balik (vena), meningitis dan infeksi otak.
Kasus-kasus parah bahkan dapat berujung pada kematian. Sisi paling
berbahaya penyakit ini adalah tidak adanya obat untuk menyembuhkannya.
Berjangkitnya wabah cacing trichina telah diamati dari waktu ke waktu di
Swedia, Inggris dan Polandia, walaupun sudah dilakukan pengawasan
kesehatan hewan.


Babi sangatlah berlemak dan mengandung zat-zat beracun Babi
sangatlah berlemak. Ketika dicerna, lemak tersebut memasuki peredaran
darah dan menyebabkan pengerasan pembuluh darah nadi, meningkatkan
tekanan darah dan serangan jantung (coronary infarct). Selain itu, babi
mengandung suatu racun yang dinamakan “Sutoxin.” Kelenjar getah bening
dipaksa bekerja lebih keras untuk mengeluarkan racun ini dari tubuh.
Hal ini ditandai dengan membengkaknya kelenjar getah bening, khususnya
pada anak-anak. Jika penyakit ini berlanjut, semua kelenjar getah
bening akan membengkak, suhu badan naik dan rasa sakit mulai terjadi. Ini
hanyalah secuil bagian hikmah di balik pengharaman Allah memakan babi.
Allah juga menunjukkan kepada kita hikmah pengharaman ini dengan
menciptakan flu babi di Zaman Akhir. Bagi orang beriman yang tulus,
sekalipun tidak memahami mengapa Allah mengharamkan hal apa pun,
kewajiban utamanya adalah menjaga batas yang telah ditetapkan-Nya. Namun
dengan adanya wabah baru-baru ini Allah memberitahukan kepada kaum
beriman satu bagian lagi dari hikmah itu.


Penemuan ini baru didapatkan setelah adanya tekhnologi yang mutakhir di abad 20. Dan ayat2 Qur'an telah membuktikannya terlebih dahulu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar